Ayat Ayat Cinta The Movie
Jika anda pemerhati novel atau film layar lebar tentu tidak asing mendengar judul ini. Lihat saja di ruang tunggu bioskop 21 (twenty one ) atau Sinema XXI, mulai dari anak abg sampai pasangan diatas 30 tahun mengantri untuk menonton film ayat ayat cinta. bahkan minggu minggu belakangan toko buku dibanjiri oleh novel novel karangan Habiburahman El Shirazy ini. Judul judul novel seperti diatas sajadah cinta, dalam mihrab cinta, nyanyian cinta dan dibawah naungan cinta semua menjadi buku best seller dan laris manis, termasuk istri saya salah satu korbanya
Habiburahman El Shirazy adalah sarjana Al-Azhar University Cairo, Founder dan pengasuh utama pesantren karya dan wirausaha Basamala Indonesia, yang berkedudukan di semarang jawa tengah. Beliau dikenal secara nasional sebagai da’i, novelis, dan penyair. Beberapa penghargaan bergensi berhasil diraihnya, antara lain, pena award 2005, The Most Favorite and Writer 2005 dan IBF Award 2006.
Tak Jarang ia diundang untuk berbicara diforum forum nasional maupun internasional, baik kapasitasnya sebagai da’i, novelis, maupun penyair. karya kayanya selalu dinanti khalayak ramai karena dinilai membangun jiwa dan menumbuhkan semangat berprestasi. Tengok saja novel ayat ayat cinta, sebuah novel fenomenal yang telah dibuat layar lebarnya. Di atas sajadah cinta ( kumpulan kisah teladan yang telah disinetronkan di Trans Tv ), Ketika Cinta berbuah surga, dan karyanya yang akan segera menyusul Langit mekah berwarna merah, bidadari bermata bening dan Bulan Madu di Yerusalem.
Untuk Filmnya sendiri saya belum sempet menonton karena untuk pemesanan tiket jam 17.00 wib baru bisa masuk 19.00 wib jadi saya batalkan saja, maklum film ini baru diputar di bioskop bioskop besar dan kebetulan cuma twenty one dan Cinema XXI diBekasi yang memutarnya, jadi kalau pulang kemaleman takut ga dapet angkot hihihihi
Tapi anehnya waktu saya pulang dan melewati lapak penjual dvd bajakan… lho kok sudah ada bajakanya…..Tanya kenapa ??? Indonesia….Indonesia….
Demi mengobati rasa penawaran akhirnya saya beli juga
“15 ribu mas” kata sipenjual.
“lho bukanya dvd bajakan 7 ribuan bang ?”, saya tawar.
” filmnya original mas, ini copy dari masternya langsung” sipenjual kasih penjelasan.
“ah..mas’ sih original ?? “, dalam hati doank …….”10 ribu deh kalo boleh”,
“ya dah deh” sambil ambil kantong kresek.
Pas sampe dirumah, ya namanya barang bajakan harap harap cemas. uh…gambarnya sih bagus plus ada keterangan waktu di screen atas dan bawahnya, kaya film diruang editing. tapi baru setengah main DVD nya berhenti…..dan TAMAT.
Jadi perjuangan untuk nonton langsung masih berlanjut minggu depan dan harus datang lebih awal karena masih penasaran endingnya seperti apa sih, walaupun udah ada gambaran dari novel yang diceritain istri