Mungkin impian punya website sendiri sudah lama terpendam, entah itu untuk jualan, pamer portofolio, atau sekadar curhat di blog pribadi. Tapi, begitu mulai mikirin biaya membuat website, rasanya kok langsung jiper, ya? Banyak pemula yang langsung pusing tujuh keliling karena khawatir akan pengeluaran yang besar.
Tenang saja! Anda tidak sendiri kok. Artikel ini ibarat kompas yang akan memandu Anda, para pemula yang baru menjajaki samudra dunia website. Kita akan kupas tuntas satu per satu komponen biayanya, menjelaskan apa saja yang wajib Anda siapkan, dan yang terpenting, bagaimana Anda bisa punya website idaman tanpa bikin kantong bolong. Yuk, kita mulai petualangan seru ini menuju website impian Anda!
Memahami Apa Itu Website dan Mengapa Anda Membutuhkannya
Apa Itu Website?
Gampangnya begini, website itu sederet halaman web yang saling terhubung dan bisa Anda kunjungi lewat internet. Ibaratnya, website adalah toko Anda di dunia maya, atau mungkin kartu nama digital yang siap sedia diakses siapa saja, kapan saja, dan dari mana saja. Nah, setiap website punya alamat uniknya sendiri, persis seperti alamat rumah Anda, yang kita sebut dengan domain.
Bentuk website itu macam-macam, lho. Ada blog pribadi, toko online, galeri portofolio kerja, situs berita, atau bahkan forum untuk komunitas. Tujuannya memang bermacam rupa, tapi intinya, website berfungsi sebagai platform andal untuk berbagi informasi, berinteraksi, atau berjual beli secara online.
Mengapa Website Penting untuk Anda?
Di zaman serba digital seperti sekarang, punya website itu bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan yang tak bisa ditawar. Baik Anda perorangan, punya usaha kecil-kecilan, atau bahkan perusahaan besar, website ini punya segudang manfaat yang sayang kalau dilewatkan:
- Kredibilitas dan Profesionalisme: Punya website itu seperti punya kantor virtual. Otomatis, Anda atau bisnis Anda akan terlihat jauh lebih profesional dan tepercaya di mata calon pelanggan atau audiens.
- Jangkauan Tanpa Batas: Dengan website, Anda bisa menjangkau audiens dari Sabang sampai Merauke, bahkan seluruh dunia! Tidak ada lagi batasan geografis yang menghalangi.
- Pusat Informasi Non-Stop: Website Anda itu ibarat karyawan yang tidak pernah tidur. Sumber informasi penting selalu tersedia 24/7, bahkan saat Anda sedang lelap. Pelanggan bisa cari tahu produk atau layanan Anda kapan saja mereka butuh.
- Mesin Pemasaran Ampuh: Website adalah senjata ampuh untuk pemasaran. Anda bisa pamer portofolio terbaik, menampilkan testimoni pelanggan yang puas, hingga berjualan produk langsung dari sana.
Baca Juga: Cara Mudah Instalasi WordPress di Hosting untuk Pemula
Komponen Utama yang Mempengaruhi Biaya Membuat Website
Untuk memahami biaya membuat website, Anda perlu mengenal komponen-komponen dasarnya. Anggap saja Anda sedang membangun rumah; ada tanah, bangunan itu sendiri, dan perabot di dalamnya. Website juga punya komponen serupa, lho:
Nama Domain (Alamat Website Anda)
Nama domain adalah alamat unik website Anda di internet, contohnya namabisnisanda.com atau namaanda.id. Ini adalah hal pertama yang akan diketik orang di browser untuk menemukan Anda. Memilih nama domain yang tepat itu sangat penting, karena akan menjadi identitas online Anda yang melekat.
Domain biasanya dibeli dengan sistem sewa tahunan. Harganya bervariasi tergantung ekstensi (misalnya .com, .id, .net) dan penyedia layanan. Ini adalah salah satu biaya membuat website yang wajib Anda keluarkan setiap tahun, jangan sampai terlewat!
Hosting (Rumah untuk Website Anda)
Kalau domain adalah alamat, maka hosting adalah “tanah” atau “rumah” tempat semua file website Anda disimpan. Ini termasuk gambar, teks, video, dan kode-kode yang membentuk website Anda. Tanpa hosting, website Anda tidak bisa online dan tidak bisa diakses siapa pun, alias tidak punya tempat tinggal.
Sama seperti domain, hosting juga disewa dengan sistem bulanan atau tahunan. Ada berbagai jenis hosting (shared hosting, VPS, dedicated server), namun untuk pemula, shared hosting adalah pilihan yang paling umum dan ramah di kantong. Kualitas hosting ini sangat berpengaruh pada kecepatan dan keamanan website Anda, jadi jangan anggap remeh!
Platform Website (CMS)
Platform website, atau Content Management System (CMS), adalah sistem yang membantu Anda membuat dan mengelola konten website tanpa perlu pusing mikirin coding yang rumit. Contoh CMS yang paling populer dan banyak digunakan adalah WordPress. Ada juga Wix, Squarespace, dan lain-lain yang bisa Anda pilih.
Kabar baiknya, sebagian besar CMS, seperti WordPress, bisa Anda gunakan secara gratis. Namun, ada juga platform yang berbayar atau menawarkan fitur premium dengan biaya tambahan. Memilih CMS yang tepat akan sangat memudahkan proses pembuatan dan pengelolaan website Anda, jadi pilihlah yang paling sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan Anda.
Baca Juga: Kesalahan Pemula Membuat Website & Cara Menghindarinya | Panduan Lengkap
Mengupas Biaya Domain: Berapa yang Harus Anda Keluarkan?
Setelah memahami peran domain, mari kita bahas lebih detail mengenai biaya membuat website yang terkait dengan nama domain ini.
Harga Nama Domain Baru
Saat Anda mendaftarkan nama domain baru, Anda akan membayar biaya pendaftaran untuk tahun pertama. Harga ini sangat bervariasi tergantung ekstensi domain yang Anda pilih, ibarat memilih lokasi tanah:

- Domain Umum (TLD – Top-Level Domain): Ekstensi seperti
.com,.net,.orgadalah yang paling populer dan banyak dicari. Harganya berkisar antara Rp 100.000 hingga Rp 200.000 per tahun. - Domain Negara (ccTLD – country code TLD): Contohnya
.id(Indonesia),.co.id,.biz.id. Domain.idseringkali sedikit lebih mahal, bisa mencapai Rp 250.000 hingga Rp 350.000 per tahun, namun memberikan kesan lokal yang kuat dan cocok untuk target audiens di Indonesia. - Domain Premium: Ada juga domain dengan ekstensi unik seperti
.store,.online, atau.techyang harganya bisa lebih tinggi atau bahkan lebih rendah tergantung promo yang sedang berjalan.
Banyak penyedia hosting menawarkan promo gratis domain untuk tahun pertama jika Anda membeli paket hosting tahunan mereka. Ini adalah cara cerdas untuk menghemat biaya membuat website di awal, jadi jangan sampai ketinggalan promo ini!
Perpanjangan Domain
Penting untuk diingat bahwa biaya membuat website untuk domain tidak hanya di awal saja. Anda perlu memperpanjang domain setiap tahun agar website Anda tetap bisa diakses dan tidak hilang dari peredaran. Biaya perpanjangan domain biasanya sedikit lebih tinggi dibandingkan harga pendaftaran awal, karena promo pendaftaran biasanya tidak berlaku lagi.
Pastikan Anda mencatat tanggal jatuh tempo perpanjangan domain baik-baik. Jika Anda lupa memperpanjang, domain Anda bisa “lepas” dan dibeli oleh orang lain, yang tentu akan sangat merugikan dan bisa bikin Anda gigit jari!
Baca Juga: Apa Itu Hosting? Panduan Lengkap untuk Pemula Website
Memilih Hosting yang Tepat: Investasi Penting untuk Kecepatan dan Keamanan
Hosting adalah tulang punggung website Anda, ibarat fondasi rumah. Memilih hosting yang tepat adalah salah satu keputusan terpenting dalam menentukan biaya membuat website dan juga performa website Anda secara keseluruhan.
Jenis Hosting untuk Pemula: Shared Hosting
Untuk pemula, shared hosting adalah pilihan yang paling direkomendasikan dan ekonomis. Dalam shared hosting, website Anda berbagi sumber daya server dengan beberapa website lain. Ini seperti menyewa kamar di sebuah apartemen; Anda berbagi fasilitas umum dengan penghuni lain, sehingga biayanya jauh lebih murah.
Keuntungan shared hosting adalah harganya yang sangat terjangkau, kemudahan penggunaan (Anda tidak perlu pusing mengurus teknis server yang rumit), dan umumnya sudah dilengkapi dengan fitur-fitur dasar yang diperlukan. Namun, karena berbagi sumber daya, performa website Anda bisa sedikit terpengaruh jika ada website lain di server yang sama mengalami lonjakan trafik yang tinggi.
Faktor Penentu Harga Hosting
Harga hosting sangat bervariasi, mulai dari puluhan ribu hingga jutaan rupiah per bulan. Beberapa faktor yang memengaruhi biaya membuat website di bagian hosting adalah:
- Spesifikasi Server: Kapasitas penyimpanan (SSD yang lebih cepat akan lebih baik), RAM, dan CPU yang lebih besar tentu akan menaikkan harga.
- Fitur Tambahan: Fitur seperti SSL gratis, backup otomatis, bandwidth tak terbatas, dan dukungan pelanggan 24/7 seringkali disertakan dalam paket yang lebih mahal atau premium.
- Lokasi Server: Server yang berlokasi di Indonesia biasanya lebih baik untuk audiens lokal karena kecepatan aksesnya lebih optimal dan minim latensi.
- Durasi Langganan: Umumnya, membeli paket hosting untuk jangka waktu yang lebih panjang (misalnya 1-3 tahun sekaligus) akan memberikan harga yang jauh lebih murah per bulan dibandingkan langganan bulanan. Jadi, ini bisa jadi strategi hemat!
Rekomendasi Hosting untuk Website Anda
Dalam memilih hosting, jangan hanya terpaku pada harga termurah. Pertimbangkan juga kualitas, performa, dan dukungan teknisnya yang responsif. Untuk pemula, kami sangat merekomendasikan penyedia hosting yang menawarkan paket terjangkau namun dengan fitur lengkap dan dukungan pelanggan yang siap sedia membantu kapan saja.
Penyedia hosting yang kami rekomendasikan (yang memang sudah terbukti banyak dipakai pemula dan terpercaya) seringkali menawarkan paket shared hosting dengan harga mulai dari Rp 20.000 hingga Rp 50.000 per bulan (jika dibayar tahunan). Paket ini biasanya sudah termasuk:
- Gratis Domain: Untuk tahun pertama, ini sangat menghemat biaya membuat website Anda dari awal.
- Gratis SSL Certificate: Penting untuk keamanan website dan juga SEO (agar disukai Google).
- Disk Space SSD: Menjamin kecepatan akses website yang lebih baik dan ngebut.
- Bandwidth Unlimited: Anda tidak perlu khawatir website lambat karena trafik tinggi, mau sebanyak apa pun pengunjungnya.
- Customer Support 24/7: Bantuan teknis selalu tersedia jika Anda menemui kendala, kapan pun Anda butuh.
- Kemudahan Instalasi WordPress: Cukup dengan satu klik, website Anda siap digunakan, semudah membalik telapak tangan.
Memilih penyedia hosting yang tepat di awal akan sangat menentukan pengalaman Anda dalam mengelola website. Pastikan Anda memilih yang tidak hanya murah, tetapi juga reliable (andal) dan memberikan dukungan penuh untuk para pemula agar Anda tidak pusing sendiri.
Baca Juga: Website Gratis vs Berbayar: Mana yang Terbaik untuk Pemula?
Biaya Desain dan Pengembangan Website: Gratis vs. Berbayar
Setelah domain dan hosting, komponen biaya membuat website selanjutnya adalah desain dan pengembangan. Ini adalah bagian yang paling fleksibel, di mana Anda bisa menghemat banyak atau mengeluarkan cukup banyak, tergantung pilihan dan kemauan Anda.
Membuat Website Sendiri dengan Tema Gratis
Jika Anda menggunakan CMS seperti WordPress, Anda punya ribuan pilihan tema (template desain) gratis yang bisa langsung digunakan. Tema gratis seperti Astra, OceanWP, Neve, atau GeneratePress sangat populer karena ringan, responsif, dan mudah disesuaikan, bahkan untuk pemula.
Keuntungan menggunakan tema gratis adalah tidak ada biaya tambahan sepeser pun. Anda bisa belajar banyak tentang bagaimana sebuah website dibangun dan disesuaikan. Namun, tema gratis mungkin memiliki fitur yang lebih terbatas dan dukungan yang tidak seoptimal tema premium.
Menggunakan Tema Premium atau Page Builder
Jika Anda menginginkan desain yang lebih profesional, fitur yang lebih lengkap, atau dukungan teknis yang superior, Anda bisa mempertimbangkan tema premium. Tema premium biasanya dibeli dengan biaya sekali bayar atau langganan tahunan, dengan harga berkisar antara Rp 500.000 hingga Rp 1.500.000.
Selain tema premium, ada juga page builder seperti Elementor Pro atau Beaver Builder yang memungkinkan Anda mendesain halaman website dengan metode drag-and-drop tanpa perlu coding. Versi gratisnya sudah cukup bagus, namun versi premiumnya menawarkan fitur yang jauh lebih canggih dengan biaya langganan sekitar Rp 400.000 hingga Rp 1.000.000 per tahun. Ini adalah investasi yang bagus jika Anda ingin kontrol penuh atas desain website Anda.
Menyewa Jasa Web Developer
Untuk Anda yang tidak punya waktu, tidak mau pusing, atau ingin hasil yang benar-benar profesional dan sesuai keinginan, menyewa jasa web developer adalah pilihan terbaik. Tentu saja, ini adalah opsi dengan biaya membuat website yang paling tinggi, sesuai dengan kualitas yang didapatkan.
Biaya jasa web developer sangat bervariasi, tergantung kompleksitas website, pengalaman developer, dan lokasi geografis. Untuk website sederhana (profil perusahaan, blog), biayanya bisa mulai dari Rp 3.000.000 hingga Rp 10.000.000. Untuk website yang lebih kompleks (toko online, aplikasi web), biayanya bisa mencapai puluhan juta rupiah. Meskipun mahal, Anda mendapatkan website yang dibuat khusus dan dioptimalkan oleh ahli, jadi tidak perlu pusing lagi.
Baca Juga: Kenapa WordPress Populer? Panduan Lengkap untuk Pemula
Biaya Tambahan yang Mungkin Muncul (Jangan Sampai Terlewat!)
Selain komponen inti, ada beberapa biaya membuat website tambahan yang mungkin perlu Anda pertimbangkan di kemudian hari. Ini penting agar anggaran Anda tidak jebol di tengah jalan dan Anda bisa menyiapkan dana cadangan.
Plugin Premium
Jika Anda menggunakan WordPress, ada ribuan plugin yang bisa Anda gunakan untuk menambah fungsionalitas website, mulai dari SEO, keamanan, formulir kontak, hingga toko online. Banyak plugin yang gratis, namun ada juga versi premium yang menawarkan fitur lebih canggih dan dukungan prioritas.
Contoh: Plugin SEO premium (misal: Rank Math Pro), plugin keamanan, atau plugin e-commerce. Biaya plugin premium bisa berkisar antara Rp 200.000 hingga Rp 1.000.000 per tahun per plugin, tergantung fungsinya.
Lisensi Gambar atau Font
Untuk membuat website Anda terlihat menarik dan profesional, Anda mungkin membutuhkan gambar atau font tertentu. Meskipun banyak sumber gambar dan font gratis (seperti Unsplash, Pexels, Google Fonts), ada juga gambar atau font premium yang memerlukan lisensi berbayar. Menggunakan aset tanpa lisensi yang sesuai bisa menimbulkan masalah hukum di kemudian hari, jadi hati-hati, ya!
Biaya lisensi gambar atau font bisa sangat bervariasi, mulai dari puluhan ribu rupiah per aset hingga ratusan ribu rupiah untuk paket langganan bulanan/tahunan.
SSL Certificate (Jika Tidak Disediakan Hosting)
SSL (Secure Sockets Layer) adalah protokol keamanan yang mengenkripsi data antara website Anda dan pengunjung. Website dengan SSL akan memiliki alamat https:// dan ikon gembok di browser, menandakan bahwa website tersebut aman. Ini sangat penting untuk keamanan website Anda dan juga untuk SEO (Google lebih menyukai website yang aman).
Untungnya, sebagian besar penyedia hosting terkemuka saat ini sudah menyediakan SSL gratis (biasanya melalui Let’s Encrypt) di setiap paket hosting mereka. Jadi, pastikan Anda memilih penyedia hosting yang menawarkan fitur ini untuk menghemat biaya membuat website Anda.
Biaya Perawatan dan Update
Sebuah website tidak bisa ditinggalkan begitu saja setelah jadi, ibarat mobil yang butuh servis rutin. Anda perlu melakukan perawatan rutin, seperti memperbarui CMS (WordPress), tema, dan plugin secara berkala. Ini penting untuk menjaga keamanan, performa, dan kompatibilitas website Anda agar tetap prima.
Anda bisa melakukan perawatan ini sendiri (gratis, hanya butuh waktu dan kemauan belajar) atau menyewa jasa perawatan website dari seorang profesional. Biaya jasa perawatan website bisa berkisar antara Rp 300.000 hingga Rp 1.000.000 per bulan, tergantung cakupan layanan yang diberikan.
Baca Juga: Tema Gratis vs Premium: Mana yang Terbaik untuk Website Anda?
Studi Kasus: Estimasi Biaya Membuat Website untuk Pemula
Mari kita lihat beberapa skenario untuk mendapatkan gambaran lebih jelas mengenai biaya membuat website yang realistis, agar Anda tidak meraba-raba lagi.
Skenario 1: Website Personal/Blog Sederhana (Paling Hemat)
Ini adalah pilihan terbaik jika Anda ingin memulai dengan anggaran sangat terbatas dan bersedia belajar banyak hal sendiri. Anda akan menggunakan WordPress, tema gratis, dan plugin gratis.
- Nama Domain (.com/.id): Rp 150.000 – Rp 250.000 per tahun (seringkali gratis di tahun pertama dengan paket hosting, lho!).
- Hosting Shared (Paket Pemula): Rp 20.000 – Rp 50.000 per bulan (dibayar tahunan, sekitar Rp 240.000 – Rp 600.000 per tahun).
- Tema dan Plugin: Gratis (banyak pilihan bagus di WordPress.org).
- SSL Certificate: Gratis (disediakan hosting yang kami rekomendasikan).
- Perawatan: Dilakukan sendiri (gratis, hanya butuh waktu).
Estimasi Total Biaya Tahun Pertama: Rp 240.000 – Rp 600.000 (jika Anda beruntung dapat gratis domain). Ini sangat terjangkau, bukan? Bisa dibilang sangat ramah di kantong!
Skenario 2: Website Bisnis Kecil/Portofolio Profesional (Menengah)
Untuk website bisnis atau portofolio yang membutuhkan tampilan lebih profesional dan beberapa fitur tambahan, Anda mungkin perlu menginvestasikan sedikit lebih banyak, tapi hasilnya pasti sepadan.
- Nama Domain (.com/.id): Rp 150.000 – Rp 250.000 per tahun.
- Hosting Shared (Paket Menengah/Bisnis): Rp 50.000 – Rp 100.000 per bulan (sekitar Rp 600.000 – Rp 1.200.000 per tahun).
- Tema Premium atau Page Builder Pro: Rp 500.000 – Rp 1.500.000 (sekali bayar atau langganan tahunan, untuk desain yang lebih maksimal).
- Plugin Premium (misal: SEO atau Keamanan): Rp 200.000 – Rp 500.000 per tahun (untuk fitur ekstra yang penting).
- SSL Certificate: Gratis (disediakan hosting).
- Perawatan: Dilakukan sendiri atau menyewa jasa (jika menyewa, tambah Rp 3.600.000 – Rp 12.000.000 per tahun).
Estimasi Total Biaya Tahun Pertama (DIY): Rp 1.450.000 – Rp 3.450.000. Jika menyewa jasa perawatan, tentu biaya akan lebih tinggi. Tapi ini masih tergolong investasi yang wajar untuk bisnis, lho.
Baca Juga: Cara Upload Website ke Hosting (Panduan Lengkap Pemula)
Tips Menghemat Biaya Membuat Website Tanpa Kompromi Kualitas
Meskipun ada banyak komponen biaya membuat website, Anda bisa meminimalkan pengeluaran tanpa mengorbankan kualitas website Anda. Berikut beberapa tips jitu yang bisa Anda terapkan:

Manfaatkan Promo Hosting dan Domain
Banyak penyedia hosting, terutama penyedia hosting yang kami rekomendasikan, sering menawarkan promo menarik, seperti diskon besar untuk langganan pertama, gratis domain, atau gratis SSL. Selalu cari promo dan bandingkan penawaran sebelum memutuskan untuk membeli, jangan sampai terlewat!
Membeli paket hosting untuk jangka waktu yang lebih panjang (misalnya 1 atau 3 tahun) biasanya juga jauh lebih murah dibandingkan langganan bulanan. Ini adalah cara cerdas untuk mengunci harga murah di awal dan menghemat banyak dalam jangka panjang.
Pilih Tema dan Plugin Gratis yang Berkualitas
Untuk pemula, tema dan plugin gratis yang tersedia di direktori WordPress.org sudah sangat mumpuni dan lebih dari cukup. Banyak tema gratis yang memiliki desain modern, responsif, dan fungsionalitas yang memadai untuk memulai website Anda.
Sebelum mengunduh, selalu baca ulasan, lihat jumlah instalasi aktif, dan pastikan tema atau plugin tersebut kompatibel dengan versi WordPress terbaru. Jangan terburu-buru membeli premium jika yang gratis sudah memenuhi kebutuhan Anda, kan sayang uangnya!
Lakukan Sendiri (DIY) di Awal
Salah satu cara terbesar untuk menghemat biaya membuat website adalah dengan mengerjakannya sendiri. Internet penuh dengan tutorial gratis tentang cara menginstal WordPress, menyesuaikan tema, atau menambahkan plugin. Anda bisa belajar dari sana!
Meskipun membutuhkan waktu dan kesabaran ekstra, proses ini akan memberikan Anda pemahaman yang mendalam tentang bagaimana website Anda bekerja. Setelah website Anda berkembang dan pendapatan mulai masuk, barulah Anda bisa mempertimbangkan untuk menyewa profesional, jadi pelan-pelan saja.
Kesimpulan
Membuat website tidak harus mahal dan bikin kantong bolong. Seperti yang sudah kita bahas, biaya membuat website sangat bervariasi, mulai dari yang paling hemat hingga yang paling profesional. Kunci utamanya adalah memahami setiap komponen biaya (domain, hosting, desain) dan membuat keputusan yang cerdas sesuai dengan kebutuhan dan anggaran Anda.
Untuk pemula, Anda bisa memulai dengan anggaran kurang dari Rp 1.000.000 per tahun dengan memilih paket hosting yang terjangkau (yang seringkali sudah termasuk gratis domain dan SSL), menggunakan WordPress, serta tema dan plugin gratis. Seiring dengan pertumbuhan website Anda, barulah Anda bisa mempertimbangkan untuk meng-upgrade layanan atau menambahkan fitur premium, jadi tidak perlu langsung jor-joran di awal.
Yang terpenting adalah jangan menunda untuk memulai. Dengan panduan komprehensif ini, Anda kini memiliki pemahaman yang lebih baik tentang apa saja yang perlu disiapkan. Pilih penyedia hosting yang terpercaya, manfaatkan promo menarik, dan mulailah membangun kehadiran online Anda sekarang juga! Kesempatan tidak datang dua kali, lho!
FAQ
Anda bisa membuat website dengan biaya minimal sekitar Rp 240.000 hingga Rp 600.000 per tahun untuk tahun pertama. Ini biasanya sudah termasuk domain dan hosting shared dasar, dengan menggunakan tema dan plugin gratis yang banyak tersedia.
Secara teknis, Anda bisa membuat website yang “mendekati gratis” menggunakan platform seperti WordPress.com (versi gratis) atau Google Sites. Namun, website tersebut biasanya memiliki batasan seperti nama domain yang tidak profesional (misal: namasaya.wordpress.com), adanya iklan yang tidak bisa dihapus, dan fitur yang sangat terbatas. Untuk website yang profesional dan sepenuhnya Anda miliki, Anda tetap perlu berinvestasi pada domain dan hosting.
Mudahnya, domain adalah alamat unik website Anda di internet (misalnya namasaya.com), ibarat alamat rumah Anda. Sedangkan hosting adalah tempat di mana semua file website Anda disimpan agar bisa diakses online, seperti tanah atau bangunan rumah Anda. Keduanya saling melengkapi agar website bisa tampil di internet.
Anda membayar hosting setiap tahun (atau bulan) karena Anda menyewa ruang server dan sumber daya dari penyedia hosting. Server ini harus terus beroperasi 24/7, terhubung ke internet dengan koneksi cepat, dan memerlukan perawatan teknis yang tidak murah. Biaya ini mencakup operasional, pemeliharaan, keamanan, dan dukungan teknis yang diberikan oleh penyedia hosting agar website Anda selalu online dan aman.
Tentu saja, Anda bisa memindahkan website Anda ke penyedia hosting lain kapan saja Anda mau. Proses ini disebut migrasi website. Banyak penyedia hosting bahkan menawarkan layanan migrasi gratis untuk memudahkan Anda berpindah, jadi Anda tidak perlu khawatir jika ingin berganti layanan di kemudian hari. Domain Anda juga bisa ditransfer ke registrar lain jika Anda mau.

Tinggalkan Balasan