Di tengah hiruk pikuk era digital ini, punya jejak online itu sudah bukan lagi pilihan, tapi jadi semacam keharusan, lho. Nah, salah satu ‘senjata rahasia’ paling ampuh yang wajib ada di ‘gudang senjata’ pemasaran digital Anda adalah landing page. Pernah kan, Anda ngeklik iklan yang menarik, lalu tiba-tiba ‘mendarat’ di sebuah halaman khusus berisi penawaran yang bikin ngiler? Nah, itulah dia si **landing page** beraksi!
Khusus buat Anda yang baru ‘melek’ dunia website atau ingin mendongkrak performa situs WordPress-nya, artikel ini bakal jadi ‘kompas’ Anda. Kami akan kupas tuntas cara membuat landing page WordPress yang nggak cuma kelihatan profesional, tapi juga jago banget ‘menyulap’ pengunjung jadi pelanggan setia atau calon prospek. Tak usah risau kalau Anda masih ‘hijau’, kami akan menjelaskannya dengan bahasa yang renyah dan mudah dicerna, langkah demi langkah, dari nol sampai landing page Anda siap ‘terbang tinggi’!
Siap-siap ya, karena setelah ini pengunjung website Anda bakal berubah jadi ‘tambang emas’ peluang bisnis nyata! Yuk, kita mulai petualangan seru ini dalam menciptakan landing page yang powerful dengan WordPress!
Apa Itu Landing Page dan Mengapa Penting untuk Bisnis Anda?
Pengertian Landing Page Sederhana
Gampangnya gini, landing page itu ibarat ‘markas rahasia’ di internet yang didesain khusus buat satu misi tunggal: mengubah setiap pengunjung jadi prospek potensial atau bahkan pelanggan setia. Artinya, landing page ini fokusnya ‘satu titik’, misalnya buat ngajak pengunjung beli produk, daftar newsletter, unduh e-book gratis, atau isi formulir kontak. Jadi, ini semacam ‘landasan pacu’ tempat pengunjung ‘mendarat’ setelah ngeklik iklan, email marketing, atau dari media sosial.
Beda jauh sama halaman website biasa yang mungkin punya banyak menu dan informasi, landing page justru didesain buat ‘mengunci’ perhatian pengunjung biar fokus ke satu tindakan yang kita inginkan. Gangguan? Minim! Ini dia ‘resep rahasia’ buat dapetin tingkat konversi yang tinggi.
Perbedaan Landing Page dengan Halaman Website Biasa
Meski sama-sama ‘penghuni’ jagat web, ada beda tipis tapi fundamental antara landing page dan halaman website biasa (macam homepage atau halaman “Tentang Kami”).
- Fokus Tujuan: Landing page punya satu tujuan konversi yang jelas ‘setajam silet’. Halaman website biasa punya tujuan informasi yang lebih luas, kayak memperkenalkan perusahaan atau ‘memamerkan’ berbagai produk/layanan.
- Navigasi: Landing page seringnya ‘telanjang’ tanpa menu navigasi (atau kalaupun ada, minim banget) supaya pengunjung nggak ‘nyasar’ atau ‘kabur’ ke halaman lain. Halaman website biasa punya navigasi lengkap buat bantu pengunjung ‘menjelajahi’ situs.
- Konten: Konten landing page sangat terfokus pada penawaran dan manfaatnya, serta Call-to-Action (CTA) yang ‘menggoda’. Konten halaman website biasa lebih bervariasi dan informatif.
Paham bedanya ini ‘harga mati’ buat bantu Anda merancang strategi pemasaran yang lebih jitu dan mengoptimalkan setiap halaman sesuai ‘takdirnya’ masing-masing.
Manfaat Landing Page untuk Peningkatan Konversi
Memanfaatkan landing page secara strategis itu ibarat punya ‘senjata pamungkas’ yang bisa mendatangkan segudang manfaat buat bisnis Anda, khususnya dalam urusan konversi.
- Konversi ‘Meroket’: Karena fokusnya cuma satu, landing page itu jago banget ‘menyingkirkan’ gangguan dan ‘menggiring’ pengunjung langsung ke tindakan yang Anda mau. Alhasil, peluang konversi pun ikut ‘meroket’.
- ‘Jaring’ Prospek Potensial: Landing page sering jadi ‘alat pancing’ ampuh buat ngumpulin data kontak prospek (misalnya, nama dan email) dengan imbalan penawaran gratis yang menggiurkan (macam e-book atau webinar).
- Ukur Keampuhan Kampanye: Anda bisa dengan gampang ‘mengintip’ performa tiap landing page. Jadi tahu deh, kampanye mana yang ‘nendang’ banget dan bisa jadi patokan buat strategi ke depan.
- Penawaran Jadi ‘Pas’ di Hati: Anda bisa bikin landing page yang ‘ngomong’ langsung ke segmen audiens tertentu. Hasilnya, penawaran jadi terasa lebih relevan dan ‘mengena’ di hati mereka.
Intinya, dengan landing page, Anda nggak cuma ‘mencuri’ perhatian, tapi juga ‘menyulap’ perhatian itu jadi hasil nyata yang bisa diukur.
Kapan Anda Membutuhkan Landing Page?
Kapan sih kita butuh landing page? Jawabannya, setiap kali Anda ingin ‘mengarahkan’ audiens ke satu tindakan spesifik yang bisa diukur. Berikut beberapa skenario umum yang ‘pas’ banget:
- Saat ‘menggelar’ iklan berbayar (Google Ads, Facebook Ads) buat produk atau layanan tertentu.
- Ketika Anda mau ngumpulin email pelanggan buat newsletter.
- Jika Anda menawarkan unduhan gratis macam e-book, template, atau studi kasus.
- Buat promosi webinar, seminar, atau acara khusus.
- Saat ‘meluncurkan’ produk atau layanan baru dan ingin membangun minat.
- Untuk menawarkan diskon atau promosi khusus yang berbatas waktu.
Singkatnya, kalau Anda punya ‘misi khusus’ dan mau tahu seberapa ‘nendang’ keberhasilannya, landing page adalah ‘kunci’ jawabannya.
Persiapan Awal Sebelum Membuat Landing Page WordPress
Memilih Nama Domain yang Tepat
Sebelum Anda ‘terjun’ bikin landing page di WordPress, ada satu langkah awal yang super penting: punya nama domain! Nama domain adalah alamat unik website Anda di internet (contoh: www.namabisnisanda.com). Memilih nama domain yang tepat itu ‘harga mati’ karena bakal jadi identitas online Anda.
Pilihlah nama domain yang gampang nempel di kepala, nyambung sama bisnis Anda, dan jangan kepanjangan. Hindari deh pakai angka atau tanda hubung yang ‘ribet’ karena bisa bikin orang ‘pusing tujuh keliling’ saat ngetik atau mengingatnya. Setelah menemukan nama yang cocok, Anda perlu mendaftarkannya melalui penyedia domain.
Pentingnya Hosting Berkualitas untuk Landing Page Anda
Setelah domain sudah di tangan, Anda butuh ‘pasangan sejatinya’: web hosting. Bayangkan, hosting itu ‘rumah mewah’ buat website Anda di jagat internet, tempat semua file dan data situs ‘bersemayam’ biar bisa diakses siapa saja dari pelosok dunia. Nah, khusus buat landing page, urusan hosting ini ‘harga mati’! Kenapa? Karena kecepatan dan keandalan hosting itu bakal jadi ‘penentu nasib’ performa landing page Anda.
Landing page yang ‘lelet’ itu ibarat ‘lampu merah’ di jalan tol: bikin pengunjung frustrasi dan langsung ‘kabur’, otomatis tingkat konversi pun ‘nyungsep’. Makanya, kami ‘mati-matian’ menyarankan Anda untuk pilih layanan hosting yang sudah teruji dan punya reputasi ‘kinclong’, seperti penyedia hosting rekomendasi kami yang terkenal punya performa ‘ngebut’, uptime ‘anti-badai’, dan dukungan pelanggan yang ‘sigap’! Hosting yang ‘top markotop’ itu bakal jadi ‘penjaga setia’ landing page Anda biar selalu online dan ‘loading-nya’ secepat kilat, demi pengalaman terbaik buat pengunjung.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat memilih hosting untuk WordPress dan landing page Anda:
- Kecepatan Server: Pilih hosting yang pakai SSD dan teknologi server terbaru biar ‘ngacir’.
- Uptime Tinggi: Pastikan penyedia hosting menjamin website Anda bakal selalu online (minimal 99.9%) biar nggak ‘mati suri’.
- Dukungan Pelanggan: Dukungan teknis 24/7 itu ‘malaikat penolong’ banget kalau Anda lagi ‘kesusahan’.
- Skalabilitas: Pastikan hosting bisa ‘tumbuh bareng’ seiring dengan perkembangan bisnis Anda.
- Keamanan: Fitur keamanan macam SSL gratis dan perlindungan DDoS itu ‘bonus’ yang bikin hati tenang.
Instalasi WordPress: Fondasi Landing Page Anda
Setelah domain dan hosting sudah ‘nangkring’ di tangan, langkah berikutnya adalah ‘mendirikan’ WordPress. Perlu diketahui, WordPress itu ‘rajanya’ platform Content Management System (CMS) di seluruh jagat raya, yang bikin Anda bisa bikin website ‘secantik’ apapun tanpa perlu ‘pusing’ sama coding. Untungnya, kebanyakan penyedia hosting ‘kelas kakap’ nawarin fitur instalasi WordPress ‘sekali pencet’ (one-click install), yang bikin pemula pun jadi ‘sumringah’.
Proses instalasinya? Cuma ‘sekejap mata’ kok! Setelah WordPress ‘terpasang’, Anda bakal dapat akses ke dashboard admin WordPress Anda. Dari sini, Anda bisa mulai ‘bersolek’ dengan mengatur website, menginstal tema, dan plugin yang bakal kita pakai buat ‘menyulap’ landing page jadi luar biasa.
Memahami Elemen Kunci Landing Page yang Efektif
Judul yang Menarik (Headline)
Judul (headline) itu ibarat ‘etalase’ pertama yang disorot pengunjung saat ‘mendarat’ di halaman Anda. Ini adalah ‘momen krusial’ Anda buat ‘mencuri’ perhatian mereka dalam hitungan detik. Sebuah headline yang ‘nendang’ itu harus gamblang, nggak bertele-tele, dan langsung ‘to the point’ menyampaikan manfaat utama dari apa yang Anda tawarkan.
Gunakan kata-kata yang kuat dan berorientasi pada solusi masalah yang dihadapi target audiens Anda. Jauhi judul yang ‘abu-abu’ atau terlalu umum. Fokus pada satu proposisi nilai yang paling ‘menggoda’. Misalnya, daripada “Produk Baru Kami”, lebih baik “Dapatkan Kulit Cerah dalam 7 Hari dengan Serum Revolusioner Ini!”.
Penawaran Jelas dan Meyakinkan (Value Proposition)
Setelah judul berhasil ‘memikat’ perhatian, kini giliran Anda ‘membeberkan’ penawaran Anda secara gamblang dan kenapa ini ‘berlian’ buat pengunjung. Bagian ini sering disebut sebagai value proposition atau ‘nilai jual’ Anda. Jelaskan apa yang bakal didapatkan pengunjung, bagaimana produk/layanan Anda bakal ‘menyelesaikan’ masalah mereka, dan apa yang bikin penawaran Anda unik atau lebih baik dari yang lain.
Gunakan poin-poin atau paragraf singkat yang mudah dicerna. Fokuslah pada manfaat yang bakal mereka rasakan, bukan cuma sekadar fitur. Misalnya, alih-alih mengatakan “Kamera ini memiliki 20MP,” katakan “Abadikan setiap momen berharga dengan detail luar biasa berkat kamera 20MP kami.”
Formulir atau Tombol Call-to-Action (CTA) yang Menonjol
Call-to-Action (CTA) itu ‘jantung’ dari landing page Anda karena inilah yang ‘menggiring’ pengunjung buat ambil tindakan. CTA bisa berupa tombol atau formulir. Pastikan CTA Anda *’lompat’ keluar secara visual* (pakai warna yang ‘jreng’), punya teks yang jelas dan bikin ‘penasaran’ (misalnya, “Dapatkan E-book Gratis Sekarang!”, “Daftar Sekarang”, “Beli Sekarang”), dan diletakkan di tempat yang gampang ‘dipelototi’.
Idealnya, CTA itu harus ‘nongol’ di area “above the fold”, alias tanpa perlu ‘gulir-gulir’ halaman ke bawah. Anda juga bisa menempatkan beberapa CTA di berbagai bagian halaman kalau landing page Anda cukup panjang.
Testimoni atau Bukti Sosial
Di era digital ini, kepercayaan itu ‘emas’. Testimoni, ulasan, atau logo klien yang puas adalah bentuk bukti sosial yang sangat kuat. Ini ibarat ‘suntikan kepercayaan’ dan ‘cap jempol’ kredibilitas buat pengunjung baru yang mungkin masih ‘galau’. Ketika orang lain ‘bersaksi’ bahwa mereka sudah merasakan manfaat dari penawaran Anda, mereka jadi lebih gampang percaya dan ‘tergerak’ untuk bertindak.
Pilih testimoni yang spesifik, otentik, dan menyoroti manfaat utama penawaran Anda. Akan lebih baik jika dilengkapi dengan foto dan nama lengkap pemberi testimoni.
Visual yang Relevan dan Menarik
Gambar dan video itu ‘juru bicara’ yang lebih cepat dan efektif daripada tulisan. Pilihlah visual yang ‘cinematic’ dan relevan dengan penawaran Anda, serta bisa ‘memancing’ emosi positif. Visual yang baik nggak cuma bikin landing page Anda kelihatan lebih menarik, tapi juga membantu menjelaskan produk atau layanan Anda dengan lebih baik.
Ingat, pastikan gambar atau video Anda sudah ‘diet’ biar nggak ‘membebani’ waktu muat halaman, karena kecepatan itu ‘nyawa’ dalam konversi. Gunakan visual yang mendukung pesan Anda, bukan cuma sebagai ‘pemanis’.
Metode Membuat Landing Page di WordPress untuk Pemula
Menggunakan Plugin Page Builder (Rekomendasi Utama)
Buat Anda yang baru ‘nyemplung’, pakai plugin page builder itu ‘jalan ninja’ paling gampang dan paling kami sarankan buat bikin landing page di WordPress. Plugin ini memungkinkan Anda ‘menyusun’ halaman dengan sistem drag-and-drop yang super intuitif. Artinya, Anda cuma perlu ‘seret sana, lepas sini’ elemen-elemen desain tanpa perlu ‘berdarah-darah’ dengan kode sedikit pun. Ini adalah solusi sempurna bagi mereka yang nggak punya pengalaman coding.
Beberapa plugin page builder populer yang sangat direkomendasikan antara lain Elementor, Beaver Builder, dan Divi Builder. Mereka menawarkan antarmuka visual yang ‘ramah pengguna’, banyak template siap pakai, dan fitur kustomisasi yang ‘melimpah ruah’.
Menggunakan Tema WordPress Khusus Landing Page
Opsi lain, Anda bisa ‘melirik’ tema WordPress yang memang ‘diracik’ khusus buat landing page. Tema semacam ini biasanya sudah ‘dibekali’ dengan tata letak dan fitur yang dioptimalkan untuk tujuan konversi. Beberapa tema bahkan menyertakan page builder bawaan atau terintegrasi dengan baik dengan page builder populer.
Meski tema khusus landing page bisa jadi pilihan yang bagus, Anda mungkin bakal sedikit ‘terkekang’ dalam hal fleksibilitas desain dibandingkan dengan menggunakan plugin page builder yang memberikan kontrol penuh atas setiap elemen.
Membuat Landing Page dengan Gutenberg (Editor Bawaan WordPress)
Sejak WordPress versi 5.0 ‘melenggang’, editor bawaan yang namanya Gutenberg sudah jadi standar baru. Gutenberg adalah editor berbasis blok, yang memungkinkan Anda membuat konten dengan menambahkan “blok” untuk paragraf, gambar, judul, dan elemen lainnya. Meskipun nggak ‘seperkasa’ plugin page builder, Gutenberg terus berkembang dan semakin banyak tema yang mengoptimalkannya.
Anda bisa bikin landing page sederhana pakai Gutenberg, terutama kalau Anda nggak butuh desain yang terlalu kompleks atau kustomisasi yang mendalam. Ini adalah pilihan gratis dan sudah ‘nempel’ di WordPress, bisa jadi ‘titik tolak’ yang bagus kalau Anda mau tetap minimalis.
Panduan Langkah Demi Langkah Membuat Landing Page dengan Elementor (Contoh Plugin Populer)
Instalasi dan Aktivasi Plugin Elementor
Mari kita pakai Elementor sebagai contoh karena popularitas dan kemudahan penggunaannya. Langkah pertama adalah menginstal plugin ini di website WordPress Anda. Login ke dashboard WordPress Anda, lalu ‘meluncur’ ke Plugin > Tambah Baru. Cari “Elementor” di kolom pencarian. Begitu ‘ketemu’, langsung saja klik “Instal Sekarang” lalu “Aktifkan”.
Setelah ‘aktif’, Elementor bakal ‘nyatu’ sama editor WordPress Anda dan siap ‘beraksi’ menciptakan halaman yang bikin ‘melongo’.
Membuat Halaman Baru dan Mengaktifkan Elementor Canvas
Setelah Elementor aktif, saatnya bikin halaman baru yang bakal jadi landing page Anda. ‘Tancap gas’ ke Halaman > Tambah Baru di dashboard WordPress. Beri ‘nama’ pada halaman Anda (misalnya, “Landing Page Promo Spesial”).
Di sisi kanan layar, cari opsi “Template” di bagian “Atribut Halaman”. Ubah template menjadi “Elementor Canvas”. Ini bakal ‘menyingkirkan’ header, footer, dan sidebar tema Anda, jadi Anda punya ‘kanvas kosong’ yang bersih dan ‘anti-distraksi’ buat mendesain landing page. Kemudian, klik tombol “Edit dengan Elementor”.
Mendesain Bagian Demi Bagian Landing Page Anda
Sekarang, Anda sudah ‘nyemplung’ ke antarmuka Elementor. Anda bakal lihat area kerja di tengah dan ‘gudang’ elemen di sebelah kiri. Elementor bekerja dengan konsep “Bagian” (Sections), “Kolom” (Columns), dan “Elemen” (Widgets). Anda bisa mulai dengan menambahkan bagian baru dengan mengklik tanda “+” di area kerja.
Setiap bagian bisa punya satu atau beberapa kolom, dan di dalam kolom inilah Anda akan menarik dan meletakkan elemen-elemen seperti judul, gambar, teks, tombol, formulir, dan lainnya. Mulailah dengan membuat bagian atas (hero section) yang berisi judul utama dan CTA Anda.
Menambahkan Elemen Penting (Judul, Teks, Gambar, Tombol CTA)
Di panel kiri Elementor, Anda bakal ‘disuguhi’ berbagai elemen (widget) yang bisa Anda ‘seret’ lalu ‘lepas’ ke area kerja. Berikut adalah beberapa elemen dasar yang bakal Anda pakai:
- Judul (Heading): Buat headline utama dan sub-headline yang ‘menggigit’.
- Editor Teks (Text Editor): Buat paragraf penjelasan tentang penawaran Anda biar ‘mudah dicerna’.
- Gambar (Image): Buat visual produk, latar belakang, atau ilustrasi yang ‘sedap dipandang’.
- Tombol (Button): Buat Call-to-Action (CTA) Anda yang ‘menggoda’.
- Formulir (Form): Kalau Anda mau ngumpulin data prospek (ini butuh Elementor Pro atau plugin formulir terintegrasi).
- Testimonial (Testimonials): Buat ‘memamerkan’ ulasan pelanggan yang ‘meyakinkan’.
Gampang banget! Cukup ‘comot’ elemen yang Anda mau dari panel kiri, lalu ‘tempelkan’ di dalam kolom yang pas di area kerja. Setelah elemen diletakkan, Anda bisa mengklik elemen tersebut untuk mengubah teks, gambar, warna, ukuran, dan pengaturan lainnya di panel kiri.

Mengatur Responsivitas untuk Semua Perangkat
Di ‘zaman now’ ini, mayoritas orang ‘berselancar’ di internet pakai perangkat seluler. Makanya, landing page Anda itu ‘wajib hukumnya’ tampil ‘kinclong’ di semua ukuran layar, entah itu desktop, tablet, atau smartphone. Elementor punya fitur responsif yang ‘mantap jiwa’.

Di bagian bawah panel Elementor, Anda bakal nemuin ikon monitor (Responsive Mode). Klik ikon ini, dan Anda bisa beralih antara tampilan desktop, tablet, dan mobile. Sesuaikan ukuran font, margin, padding, atau bahkan sembunyikan elemen tertentu biar landing page Anda optimal di setiap perangkat. Ini ‘kunci sakti’ buat memastikan pengunjung betah dan tingkat konversi ‘melonjak’.
Optimasi Landing Page Anda Agar Lebih Konversif
Kecepatan Loading Halaman: Faktor Krusial
Kecepatan loading halaman itu ‘nyawa’ dari landing page Anda. ‘Lelet’ sedikit saja, bisa ‘berantakan’ tingkat konversi dan peringkat SEO Anda. Pengunjung cenderung ‘angkat kaki’ dari halaman yang ‘lamban’ memuat. Bahkan, ‘telat’ sedetik saja bisa bikin konversi ‘nyungsep’ drastis.
Untuk ‘memoles’ kecepatannya, pastikan Anda pakai *hosting ‘kelas kakap’* (seperti yang kami rekomendasikan di awal), ‘rampingkan’ ukuran gambar, pakai plugin caching, dan ‘buang jauh-jauh’ script atau plugin yang nggak penting. Anda bisa ‘uji nyali’ kecepatan landing page Anda pakai tool macam Google PageSpeed Insights.
Desain Responsif Mobile-Friendly
Seperti yang sudah kita ‘kuliti’ sebelumnya, landing page Anda itu ‘haram hukumnya’ kalau nggak responsif dan mobile-friendly. Ini berarti tata letak, teks, dan elemen lainnya harus ‘menyesuaikan diri’ dengan ukuran layar perangkat yang dipakai pengunjung. Google juga ‘mendewakan’ situs yang mobile-friendly dalam hasil pencariannya.
Pastikan Anda ‘menguji coba’ landing page Anda di berbagai perangkat seluler untuk memastikan semua elemen terlihat baik dan mudah digunakan. Elementor dan page builder lainnya biasanya punya fitur buat bantu Anda mencapai responsivitas ini dengan mudah.
Penggunaan A/B Testing untuk Peningkatan Berkelanjutan
Salah satu ‘jurus pamungkas’ buat dongkrak konversi landing page adalah dengan melakukan A/B testing. A/B testing adalah proses ‘mengadu’ dua versi halaman (A dan B) buat lihat versi mana yang ‘lebih jago’ performanya.
Anda bisa ‘menguji coba’ berbagai elemen macam judul, warna tombol CTA, posisi formulir, atau bahkan gambar utama. Dengan ‘menguji’ satu elemen pada satu waktu dan menganalisis hasilnya, Anda dapat secara bertahap mengoptimalkan landing page Anda untuk mencapai tingkat konversi tertinggi. Ini adalah proses ‘ngoprek’ yang nggak ada habisnya, dan ‘kunci’ buat kesuksesan jangka panjang.
Memahami Perilaku Pengunjung dengan Analitik
Agar landing page Anda benar-benar ‘moncer’, Anda perlu ‘mengintip’ bagaimana pengunjung berinteraksi dengannya. Ini bisa dilakukan dengan mengintegrasikan tool analitik macam Google Analytics ke website WordPress Anda.
Google Analytics bakal ‘membisikkan’ data berharga tentang berapa banyak pengunjung yang datang, dari mana mereka ‘melipir’, berapa lama mereka ‘nongkrong’ di halaman, dan ke mana lagi mereka ‘berpetualang’. Dengan ‘membedah’ data ini, Anda bisa ‘mencongkel’ area mana yang perlu dipoles, tahu ‘pintu keluar’ pengunjung, dan bikin keputusan optimasi yang ‘bertaring’ berdasarkan data.
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari Saat Membuat Landing Page
Terlalu Banyak Pilihan dan Informasi
Salah satu ‘dosa besar’ dalam bikin landing page adalah ‘menjejalkan’ terlalu banyak pilihan atau informasi yang nggak nyambung. Ingat, tujuan landing page adalah tunggal. Kalau Anda ‘hamburkan’ terlalu banyak tautan, menu navigasi yang ‘ruwet’, atau terlalu banyak penawaran yang ‘campur aduk’, dijamin pengunjung bakal ‘bingung tujuh keliling’ dan perhatian mereka ‘buyar’ dari tujuan utama.
Jaga agar landing page Anda tetap ‘kinclong’, fokus, dan cuma ‘menyuguhkan’ informasi yang benar-benar jadi ‘amunisi’ buat mendorong konversi.
CTA yang Kurang Jelas atau Tersembunyi
Kalau pengunjung ‘nggak ngeh’ apa yang harus mereka lakukan selanjutnya, atau kalau tombol Call-to-Action (CTA) Anda ‘ngumpet’, ya landing page Anda ‘mandul’ alias nggak efektif. CTA harus menonjol, punya teks yang jelas dan persuasif, serta gampang diakses.
Jauhi CTA dengan teks ‘pasaran’ macam “Klik Di Sini”. Gunakan teks yang lebih spesifik dan berorientasi pada manfaat, seperti “Dapatkan Penawaran Eksklusif Anda” atau “Unduh Panduan Gratis Sekarang”. Pastikan CTA Anda terlihat jelas “above the fold” dan juga di bagian bawah halaman.
Tidak Melakukan Pengujian (Testing)
Banyak ‘pembangun’ landing page yang ‘menyepelekan’ pentingnya pengujian. Mereka bikin landing page, mempublikasikannya, dan ‘pasrah’ saja. Padahal, pengujian (khususnya A/B testing) itu ‘kunci sakti’ buat terus mendongkrak performa. Apa yang Anda kira ‘bakal nendang’, belum tentu ‘mengena’ di hati audiens Anda.
Luangkan waktu buat ‘menguji’ berbagai elemen landing page Anda. Perubahan ‘seujung kuku’ pada judul, gambar, atau warna tombol CTA saja bisa ‘menyulap’ peningkatan konversi yang lumayan ‘nendang’ seiring waktu.
Mengabaikan Kecepatan Halaman
Seperti yang sudah ditekankan, kecepatan loading halaman adalah faktor konversi yang sangat penting. Landing page yang ‘lelet’ itu nggak cuma bikin pengunjung ‘dongkol’, tapi juga ‘merusak’ peringkat SEO Anda.
Jangan pernah ‘tutup mata’ sama optimasi kecepatan. Pastikan gambar dioptimalkan, pakai hosting yang cepat dan andal, dan manfaatkan plugin caching. Landing page yang cepat bakal memberikan pengalaman pengguna yang lebih baik dan meningkatkan peluang konversi.
Kesimpulan
Membuat landing page WordPress yang ‘berdaya guna’ mungkin terdengar ‘membingungkan’ di awal, tapi dengan panduan ini dan ‘senjata’ yang tepat, seperti plugin page builder Elementor dan dukungan hosting berkualitas dari ‘jagoan hosting’ rekomendasi kami, Anda pasti bisa ‘menyulap’ halaman yang powerful. Ingat, landing page itu bukan ‘halaman biasa-biasa saja’; ia adalah ‘mesin uang’ yang dirancang buat satu misi: mengubah setiap pengunjung jadi pelanggan setia atau calon prospek.
Ingatlah elemen-elemen kunci macam judul yang ‘menggoda’, penawaran yang ‘gamblang’, CTA yang ‘menonjol’, dan bukti sosial yang ‘meyakinkan’. Selalu ‘utamakan’ kecepatan halaman dan desain responsif biar landing page Anda ‘siap tempur’ dan berfungsi optimal di berbagai perangkat. Jangan ‘minder’ buat bereksperimen dan melakukan A/B testing biar performa landing page Anda terus ‘naik kelas’.
Dengan ‘niat baja’ dan praktik terus-menerus, Anda bakal segera ‘jago’ dalam cara membuat landing page WordPress yang nggak cuma kelihatan ‘wah’, tapi juga ‘panen’ hasil nyata buat bisnis Anda. Yuk, mulai sekarang juga, dan ‘nikmati’ bagaimana landing page Anda ‘bekerja keras’ jadi ‘penghasil cuan’ buat Anda!
